Subscribe to RSS Feed

Saat ini dunia blog semakin digandrungi oleh para pengguna internet. Alhamdulillah… akhirnya pengguna internet semakin menyadari kalau internet tidak sebatas facebook ^_^. Seiring dengan itu keinginan para blogger untuk membangun sebuah komunitas blogger juga turut menyertai. Latar belakang komunitas yang terbentuk pun beragam, ada yang berlatar kedaerahan, hobi, pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini tentu berdampak positif dalam menguatkan semangat belajar dan berbagi yang selama ini menjadi hakikat  dunia blog.

Tapi, kita juga tidak jarang menemukan komunitas blogger yang antara ada dan tiadanya tiada beda. Tentu ini sangat disayangkan. Biasanya hal yang demikian terjadi karena ada unsur di komunitas itu yang tidak berjalan dengan maksimal. Untuk mencegah komunitas yang Anda ikuti mati suri, penting kiranya Anda mengetahui unsur-unsur penggerak yang ada dalam sebuah komunitas online.

Menurut saya, di dalam sebuah blog komunitas setidaknya ada dua unsur yang mengambil peran penting. Dua unsur tersebut adalah pengelola (admin) dan anggota (kontributor).

Pengelola (Admin). Dalam hal ini pengelola bisa lebih dari satu orang, dan sebaiknya begitu. Pengelola bisa dibagi menjadi web desain, humas, pendanaan, editor dan bisa juga ditambahkan sesuai dengan kebetuhan komunitas yang dibentuk. Saya tidak akan memaparkan secara rinci detai tugas dari masing-masing peran tersebut. Saya mengangap Anda sudah mengerti dengan sendirinya. Namun, saya ingin menekankan sisi urgensi keberadaan pengelola sebuah blog komunitas.

Layaknya pengurus dalam sebuah organisasi, pengelola blog komunitas adalah sumber kehidupan komunitas itu. Jika seorang pengelola tidak aktif, sudah bisa diprediksi jikalau komunitas yang dibentuk kemungkinan besar akan mati suri. Memang, dalam hal eksis tidaknya sebuah komunitas tidak semata-mata bergantung pada pengelolanya. Tapi, dalam hal ini dia memegang porsi lebih dibandingkan dengan unsur komunitas yang lainnya.

Menjadi pengelola blog komunitas bukan berarti harus nongol 24 jam didepan komputer. Tidak demikian, jadi pengelola bukan berarti Anda harus mengelola komunitas itu tiap hari. Tapi paling tidak Anda meyempatkan diri barang dua atu tiga kali dalam satu bulan, bagus jika Anda bisa meluangkan sedikit waktu di tiap minggunya. Ingat satu atau dua kali, bukan satu atau dua hari. Jika Anda bisa lebih banyak tentu akan lebih baik.

Lantas apa yang Anda lakukan? Umunya nih ya pengelola blog komunitas biasanya melakukan hal berikut ini nih, diantaranya:

  • Mengelola tulisan-tulisan yang masuk dari anggota yang ada. Menata posting-postingnya.
  • Mengelola komentar-komentar yang masuk. Di jawab jika dirasa perlu, melakukan seleksi dengan baik, singkirkan semua spam yang ada agar tidak mengangu komunitas Anda.
  • Menata layout blognya jika perlu, perniknya seperlunya saja. Jangan kebanyakan! Intinya adalah tampilan blognya membuat yaman pengunjung tuk berlama-lama berselancar di blog komunitas Anda.
  • Jangan lupa, meski namanya pengelola dia juga perlu nulis. Kan lucu klo ada pengurus yang kepingin komunitasnya rame tapi dia sendiri tidak pernah nulis. Ingat! Semangat blogger itu adalah semangat belajar dan berbagi. Bagaimana itu bisa dilakukan? Hanya ada satu jawabannya, melalui tulisan.
  • Anda juga harus menentukan aturan main dalam mengikuti komunitas yang Anda bentuk

Anggota (Kontributor). Kalau sudah ada pengurus pasti ada yang diurus, dalah hal ini adalah anggota, karena itu adalah keniscayaan dalam sebuah orgnisasi/komunitas. Dalam sebuah blog komunitas, seorang kontirbutor memiliki sebuah peran. Yaitu, memposting tulisan. Mengikuti kegitan-kegitan offlinenya jika memungkinkan. Intinya, mengikuti semua aturan yang ada, berimbang antara hak yang Anda dapatkan dengan kewajiban yang Anda peroleh. Sederhana bukan?

Jangan lupa harus ada kreativitas kegiatan. Dalam sebuah blog komunitas, jika hanya diwarnai dengan aktifitas posting dan menata blog tentu akan sangat membosankan. Jika itu terjadi maka sama halnya dengan kita punya blog pribadi. Bedanya hanya blognya dikelola banyak orang. Agar tidak membosankan, Anda sebagai pengelola perlu untuk melakukan kereatifitas melalui kegitan-kegitan yang bisa dilakukan dalam komunitas Anda. Misalnya; Kopi darat –sebagai ajang silaturrahim anggota, Lomba-Lomba –biasanya sih lomba menulis, malakukan kegiatan-kegiatan sosial dan kegitaan-kegiatan lain yang bersesuaian dengan komunitas Anda.

Oya… satu lagi. Komunitas blogger itu adalah komunitas online. Namanya aja komunitas online, jadi aktifitas utamanya adalah di dunia online. Jika ada kereatifitas kegitan offline jangan sampai kegitan offline itu mengalahkan aktifitas online-nya. Hingga jangan sampai banyaknya aktifitas offline menjadi alasan mati surinya komunitas online yang dibangun.

Nah… itulah pemikiran saya. Bagaimana menurut Anda?

Baca Tulisan Terkait

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Ruang Tamu