Copyright © 2010 Wahyu Permadi Webblogsite. Powered by WordPress.
Untuk bunda tercinta, yang selalu memberikan perhatian berlimpah dalam buncahan kasih sayangnya. Sungguh besar pengormbananmu untukku. Membuatmu selalu bersimpul senyum menjadi hal yang teramat penting. Sebab engkaulah yang dihati, mengisi setiap jeda dan memberi makna tersendiri. Sebuah hal yang tak dapat digantikan oleh manusia manapun untuk melakukannya.
Bunda, perpisahan selalu meruakkan kesedihan. Merampas kebersamaan dari sering menjadi jarang. Sungguh, bukannya tak ingin selalu membersamaimu, dan engkau pun tahu akan hal itu.
Engkaulah yang selalu di hati, engkaulah yang paling mengerti. Melepas ku pergi meski hatimu tak ingin. Memberi restu untuk setiap keinginan yang terucap dari bibir ku. Bukan karena aku jago ngeles pada setiap anggukan kepalamu, tapi karena engkau sangat memahami pribadiku. Dan memang engkaulah yang paling mengerti, mengatur namun tidak mengekang.
Pun, tak pernah engkau menuntut apapun yang memberatkanku. Kecuali satu, “Ibu pengen ngelihat cucu” itu kalimat yang sering ibu ungkapkan padaku. Bunda… aku mengerti, dalam kesendirian engkau mengharapkan seorang teman yang menemani. Menemanimu di saat anak-anakmu tak ada di sisi… menjalankan baktinya kepadamu.
Hanya seorang teman. Seorang wanita baik, yang dengan kebaikkannya akan membina keluarganya dengan baik pula. Menjadi sosok murabbiyah dalam keluarganya. Seperti engaku bunda…
Dan bunda, bersabarlah… karena sampai kini putramu sedang berusaha menjadi baik. Untuk janji-Nya bahwa lelaki yang baik untuk wanita yang baik. Maafkan aku bunda, karena aku tak tahu kapan akan menjadi baik menurutNya.
Bunda, Allah mencintaimu.








05/04/2010 at 11:27 pm
wah, jadi kangen sama Ibu nih… haduh… jadi pengen pulang…