Subscribe to RSS Feed

Cabai dan Pohon Jati

05/04/2010 by wahyu

Dua hal itu tentu engkau mengetahuinya bukan? Ketahuilah, cabai itu adalah wanita dan pohon Jati itu adalah laki-laki. Cabai semakin lama, maka ia akan kering dan layu. Sementara pohon jati, semakin bertambah usianya ia semakin kuat. Begitu pula wanita dan laki-laki. Ini adalah fakta, kita tak perlu mengingkarinya.

Tapi Islam datang agar semuanya menjadi Indah. Wanita memiliki pesona surgawi yaitu kemuliaan aklak dan imannya dan itu adalah RASA yang hangat dan panasnya terus terasa sepanjang masa. Persis perbedaan usia antara bunda Khadijah dan Rasulullah saw tak tergantikan di hati nabi tak ada yang bisa menggantikan cinta wanita itu, bahkan ‘aisyah pun tak sanggup.

Atau ketika Ustad Umar, tak sanggup meminum Jus Jambu selepas kematian istrinya karena beliau selalu meminum jus itu berdua dengan istrinya. kini ketika istri nya tiada, ia tak sanggup meminumnya pesona wanita itu meninggalkan jejak yang dalam.

Bertambahnya usia, pudarnya kecantikan itu adalah fisik. Ia bisa membuat bosan, tapi kemuliaan akhlak dan keimanan tak bisa di gantikan. Ia meninggalkan pesona-pesona yang membuat cinta suami  selalu hidup. Selamanya…Jika tanpa itu tak perlu heran jika banyak suami berpaling dari istrinya mencari yang muda dan segar karena engkau wahai kaum wanita tak menutup auratmu, membantah setiap perkataan suamimu. betapa banyak rumah tangga yang telah dibina sekian tahun berantakan ketika anak-anak mulai beranjak dewasa.

Betapa bahagianya seorang suami jika mahkota istrinya hanya ia saja yang tahu. Betapa bahagianya suami ketika ia letih pulang kerja, pujaan hatinya menyiapkan minuman tanpa banyak bicara sekedar memberikan kesempatan agar suaminya bisa menarik nafas.

Pesona kecantikan mu akan pudar. Itu pasti….! kekuatan fisikmu akan layu, dan itu juga pasti…!  Tapi iman akhlak mu tak akan pernah hilang dimakan waktu. Pesonamu ya ukhti… ya kaum istri… adalah akhlak mu,  iman mu…

Baca Tulisan Terkait

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Ruang Tamu